| SOFTWARE KETERTIBAN MTS NEGERI + SMS KE ORANG TUA WALI MURID OTOMATIS |
SOFTWARE KETERTIBAN MTS NEGERI + SMS KE ORANG TUA WALI MURID OTOMATIS
SOFTWARE KETERTIBAN MTS NEGERI
Software Ketertiban MTS NEGERI yaitu perangkat lunak yang bermanfaat untuk kebutuhan di bagian administrasi ketertiban siswa yang terdiri dari menu-menu untuk mendata pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh siswa dengan berbagai menu-menu lain yang menyertainya dan sudah support sms gatewai untuk sms kerja sendiri ke orang tua, wali kelas, dan siswa juka terjadi pelanggaran.
Berikut ini yaitu featur yang tersedia:
TATA TERTIB
Digunakan untuk mendata pelanggaran siswa. Kronologinya: Data siswa yang melanggar ketertiban diketikkan nomor induknya maka kerja sendiri akan muncul data detail siswa tersebut dan saldo poin siswa juga akan muncul. Lalu dimasukkan kode pelanggarannya, maka penjelasan pelanggaran, jumlah pelanggaran dalam satu kategori, jumlah pelanggaran keseluruhan dan saldo poin baru siswa akan nampak. Lalu disimpan, maka data pelanggaran siswa tersebut akan tercatat dalam basis data yang bisa dicetak dalam bentuk laporan maupun dalam bentuk lembaran nota. Data bisa dieksport ke Ms Excel. Jika di komputer/laptop tersebut dipasang modem untuk sms gatewai, maka akan auto sms data pelanggaran ke siswa, wali kelas dan orang tua.
Contoh SMS:
+6285646585000
SMKN1KotaAnda
11-01-2016 11:11:01
01189/00081.064
Aditya Annan
P1.1
Datang terlambat dari
P1.1X
Diberi peringatan oleh
Poin:5
Saldo Poin:5
Jika nomor HP siswa, wali kelas, orang tua terdata di database, maka sms tersebut dikirim 3 kali ke masing-masing pihak tersebut.
CEK SALDO POIN
Siswa, orang tua, wali kelas atau siapapun bisa dengan mudah cek saldo poin siswa cukup dengan sms ke nomor hp server ketertiban. Formatnya adalah:
CEKPOIN#noinduk
atau
POIN#noinduk
Misal, seseorang ingin mengetahui saldo poin dengan nomor induk: 01202/00094.064
Maka sms-nya yaitu sebagai berikut: cekpoin#01202/00094.064 atau poin#01202/00094.064
Contoh balasan sms-nya yaitu sebagai berikut:
+6285646585000
SMKN 1KotaAnda
11-01-2016 11:38:18
NIS: 01202/00094.064
Nama: AUDY CHOIRUZ ZAMANI
Saldo Poin: 5
Link download: http://indoaplikasi.com/software/software-tata-tertib-sekolah-(tatib-1a).zip
Link informasi produk: http://indoaplikasi.com/software-tata-tertib-sekolah-(tatib-1a).php
VIDEO SOFTWARE KETERTIBAN MTS NEGERI
Free Download gratis software ketertiban mts negeri program aplikasi database versi trial percobaan belum full version bukan bajakan crack patch keygen hack sniffing bobol jebol kode aktivasi serial number.
Artinya begini:
software ketertiban mts negeri yang kami sediakan bisa didownload versi trialnya secara gratis tanpa kami kenakan biaya.
Versi trial software ketertiban mts negeri hanya untuk percobaan apakah menu yang ada sesuai apa tidak dengan kebutuhan.
Jika dirasa cocok maka untuk menggunakan software ketertiban mts negeri harus membeli lisensi sesuai harga yang ditetapkan.
Tidak diperkenankan menggunakan versi bajakan software ketertiban mts negeri baik itu bobol kode aktivasi software ketertiban mts negeri, jebol kode aktivasi software ketertiban mts negeri, crack software ketertiban mts negeri atau cracking software ketertiban mts negeri, hack software ketertiban mts negeri atau hacking software ketertiban mts negeri, sniffing software ketertiban mts negeri, unpack, ollydebug reverse enginering, keygen software ketertiban mts negeri.
Jadi untuk mencoba software ketertiban mts negeri bisa download gratis, untuk menggunakan harus membeli lisensi.
KETERTIBAN DAN KEDISIPLINAN DALAM PENGEMBANGAN BUDAYA DAN IKLIM MTS NEGERI
Ketertiban dan kedisiplinan sangat penting artinya dalam mewujudkan budaya dan iklim mts negeri yang kondusif melalui penciptaan kedisiplinan belajar. Penelitian Moedjiarto (1990) mengungkapkan bahwa karakteristik ketertiban dan kebijakan disiplin mts negeri memiliki hubungan yang signifikan dengan prestasi akademik siswa. Pada dasarnya ketertiban dan disiplin merupakan harapan yang dinyatakan secara eksplisit yang mengandung peraturan tertulis mengenai perilaku siswa yang bisa diterima, prosedur disiplin, dan sanksisanksinya (ESCN, 1987 seperti dikutip oleh Moedjiarto, 1990). Witte dan Walsh (1990) mengemukakan dua dimensi penting kedisiplinan yang dilaksanakan dalam mts negeri efektif, yaitu: (1) persetujuan kepala mts negeri dan guru terhadap kebijakan disiplin mts negeri, dan (2) dukungan yang diberkan kepada guru bilamana mereka melaksanakan peraturan disiplin mts negeri.
Disiplin sebenarnya bukan hanya sekedar aturan yang harus ditaati untuk merubah perilaku siswa di mts negeri dan bukan sekedar sarana yang digunakan untuk mencapai tujuan, tetapi lebih dari itu untuk membentuk mental disiplin kepada siswa. Hal ini bisa dilakukan dengan teknik menciptakan kondisi mts negeri yang bisa membuat semua personil mts negeri untuk taat dan patuh secara sadar untuk mengikuti ketertiban yang ada dimts negeri tersebut. Misalnya ketertiban untuk masuk mts negeri jam 07.0007.15. San bila melewati jam tersebut pintu gerbang mts negeri ditutup rapat, siapapun tidak diperbolehkan untuk masuk ke lingkungan mts negeri jika terlambat, kecuali tamu yang akan berkunjung kemts negeri atau ada hal lain yang mendesak sehingga pintu gerbang mts negeri bisa dibuka. Aturan itu harus konsisten dilaksanakan dan diberlakukan kepada semua personil mts negeri termasuk guru, staf dan kepala mts negeri. Indikatorindikator yang perlu diperhatikan dalam menegakkan ketertiban dan kedisiplinan terdiri dari tiga kegiatan pokok, yaitu penyusunan ketertiban, sosialisasi ketertiban, dan penegakan ketertiban.
A. Penyusunan Ketertiban
Beberapa pedoman umum dalam menyusun ketertiban mts negeri dikemukakan sebagai berikut.
Penyusunan ketertiban melibatkan atau mengakomodasi aspirasi siswa dan aspirasi orangtua siswa yang dianggap sesuai dengan visi dan misi mts negeri.
Semua aturan disiplin dan tatatertib yang berkaitan dengan apa yang dikehendaki, dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan beserta sanksi atas pelanggarannya, merupakan hasil kompromi semua pihak (siswa, orangtua, guru, guru pembimbing, dan kepala mts negeri).
Penyusunan ketertiban harus didasarkan pada komitmen yang kuat antara semua unsur dan komponen mts negeri dan konsisten dengan peraturan dan ketertiban yang berlaku.
Ketertiban mts negeri hendaknya tetap memberi ruang untuk pengembangan kreativitas warga mts negeri dalam mengespresikan diri dan mengembangkan potensi dan kompetensi yang dimilikinya. Jika perlu diprogram satu hari tertentu di mana pada hari itu siswa diberikan kesempatan untuk berkreasi atau memberi saran kepada guru, pegawai dan kepala mts negeri dalam rangka pengembangan mts negeri.
Ketertiban mts negeri jangan hanya diprogram berupa konsep yang harus dipatuhi oleh warga mts negeri dengan sanksi yang sangat jelas yang bisa membuat aturan menjadi kaku, tetapi bagaimana mengkondisikan mts negeri yang bisa membuat orang untuk tidak melakukan pelanggaran.
Ketertiban yang ada jangan sampai hanya dilakukan untuk menertibkan warga mts negeri dari segi fisik saja, tetapi juga untuk membentuk mental disiplin agar disiplin yang terjadi bukan kedisiplinan semu yang dilakukan karena takut menerima sanksi, tetapi lebih kepada kesadaran bahwa ketertiban itu memiliki nilai kebenaran sehingga perlu untuk ditaati.
Aturan disiplin dan ketertiban beserta sanksisanksinya terutama diarahkan untuk membangun budaya perilaku positif dan sikap disiplin di kalangan siswa (selfdicipline) dan warga mts negeri lainnya. Di SD, sasaran seperti ini bisa diintegrasikan dalam mata pelajaran pembiasaan pada kelaskelas awal.
Aturan disiplin dan ketertiban beserta sanksisanksinya hendaknya tetap memberi ruang bagi berkembangnya kreativitas dan sikap kritis warga mts negeri. Untuk siswa misalnya, perlu ada kesepakatan mengenai batas wajar tentang perilaku yang bisa dikategorikan nakal atau melanggar ketertiban.
Format penyusunan aturan disiplin dan ketertiban bisa diprogram dalam berbagai bentuk. Contoh model yang bisa digunakan untuk siswa yaitu model penambahan skor dan pengurangan skor:
§ Model penambahan skor. Dalam model ini, ditetapkan skor denda maksimum, misalnya 100 poin, sebagai batas toleransi. Siswa yang mencapai skor 100 akan terancam dikeluarkan dari mts negeri.
§ Model pengurangan skor. Dalam model ini setiap siswa diberi skor modal awal, misalnya 100 poin. Setiap pelanggaran akan berakibat pengurangan skor, dan siswa yang mencapai skor nihil akan terancam dikeluarkan dari mts negeri.
Dalam model seperti yang disebutkan di atas, yang perlu diperhatikan yaitu konsekuensi yang muncul dari setiap penambahan dan/atau pengurangan skor. Jangan sampai, mental disiplin yang ingin ditanamkan menjadi hilang karena terlalu fokus pada skor yang ada.
Aturan disiplin dan ketertiban beserta sanksisanksinya diprogram dalam bentuk tertulis dan disahkan oleh kepala mts negeri, agar semua pihak mengetahui dan memahami setiap butir aturan disiplin tersebut.
Selain peraturan tentang pemberian sanksi, mts negeri juga bisa membuat peraturan tentang pemberian penghargaan kepada warga mts negeri untuk memotivasi mereka mentaati disiplin dan ketertiban mts negeri.
B. Sosialisasi Ketertiban
Pelaksanaan ketertiban mts negeri sangat tergantung pada pemahaman pihakpihak terkait terhadap ketertiban yang disusun. Karena itu sosialisasi ketertiban perlu dilakukan untuk memastikan bahwa semua pihak memahami dengan baik isi ketertiban tersebut. Beberapa hal yang perlu dilakukan dalam melaksanakan sosialisasi ketertiban dikemukakan berikut ini.
Aturan disiplin dan ketertiban yang sudah disusun, disepakati dan disahkan kepala mts negeri hendaknya disosialisasikan secara berkelanjutan kepada seluruh warga mts negeri, dalam hal ini siswa, guru, orangtua siswa, pegawai, dan pengurus komite mts negeri. Mts Negeri perlu memastikan bahwa mereka memiliki pemahaman yang sama tentang butirbutir ketertiban yang sudah disepakati dan disahkan tersebut. Sosialisasi untuk orang tua siswa dan pengurus komite mts negeri bisa dilakukan dengan teknik mengirimkan ketertiban yang sudah diprogram dalam bentuk tertulis kepada mereka.
Butirbutir ketertiban mts negeri bisa diprogram dalam bentuk poster afirmasi yang dipajang di majalah dinding mts negeri dan/atau lokasilokasi strategis di lingkungan mts negeri agar bisa senantiasa dilihat, dibaca dan dipahami oleh seluruh warga mts negeri.
C. Penegakan Ketertiban
Kegiatan terpenting dalam menguji efektivitas ketertiban yaitu pada pelaksanaannya. Di sini terkait dengan sejauh mana upaya pihak mts negeri dalam menegakkan ketertiban yang sudah disusun. Sebab betapapun baiknya ketertiban tapi jika tidak ditegakkan secara konsekuen maka tidak akan banyak artinya dalam pengembangan budaya dan iklim mts negeri. Beberapa pertimbangan dalam penegakan ketertiban dikemukakan berikut ini.
Disiplin dan ketertiban mts negeri berlaku untuk semua unsur yang ada dimts negeri tidak terkecuali kepala mts negeri ataupun guru dan staf harus patuh dan taat pada peraturan mts negeri yang berlaku dan menjadi komitmen yang kuat dan mengikat.
Sikap, perilaku, dan tindakan kepala mts negeri, guru, dan warga mts negeri lainnya, hendaknya menjadi model dan teladan bagi penegakan perilaku tertib dan disiplin di mts negeri.
Memberikan penghargaan sebagai teladan kepada guru, siswa dan staf yang tidak pernah melakukan pelanggaran selama kurun waktu tertentu dan diumumkan secara aklamasi pada saat pelaksanaan upacara.
Penegakan disiplin dilakukan secara bertahap kepada semua unsur yang ada dimts negeri mulai dari peringatan, teguran, percobaan, penundaan, demosi dan PHK atau dikeluarkan sampai masalah itu terpecahkan atau dihilangkan.
Terhadap pelanggaranpelanggaran, dengan cepat dilakukan tindakan kedisiplinan.
Penegakan ketertiban terutama difokuskan pada upaya membantu siswa dan semua warga mts negeri untuk menyesuaikan diri dengan setiap butir dalam aturan tatatertib tersebut.
Penjatuhan hukuman (eksekusi) atas pelanggaran tatatertib hendaknya disertai dengan penjelasan mengenai alasan dan maksud positif dari pengambilan tindakan tersebut. Siswa yang menerima sanksi harus dibantu memahami dan menerima bentuk sanksi tersebut sebagai bentuk intervensi bagi kebaikan yang bersangkutan.
Sanksi penegakan tatatertib mts negeri dilakukan kepala mts negeri atau wakil kepala mts negeri urusan kesiswaan. Demi efektitas layanan BK di mts negeri guru pembimbing diharapkan tidak ditugaskan untuk pemberian sanksi terhadap siswa.
Penegakan tatatertib merupakan bagian dan terintegrasi dengan upaya membangun budaya perilaku etik dan sikap disiplin, baik di lingkungan internal mts negeri maupun di lingkungan luar mts negeri.
Ada konsistensi/kesepakatan di antara para guru dan kepala mts negeri mengenai prosedurprosedur dan bentuk hukuman bagi siswa pelannggar disiplin dan ketertiban,
Eksekusi terhadap pelanggar tatatertib berat, khususnya yang berkonsekuensi skorsing atau pemecatan, ditetapkan melalui pertemuan konferensi kasus (caseconference) yang diikuti oleh kepala sekolah, guru, konselor mts negeri, pengurus OSIS, dan wakil komite mts negeri.
Eksekusi terhadap pelanggar tatatertib berat yang berkonsekuensi skorsing atau pemecatan dilakukan oleh kepala mts negeri setelah semua upaya persuasi untuk perbaikan perilaku sudah dilakukan secara maksimal.
Penghargaan bisa diberikan kepada warga mts negeri dalam rangka penegakan ketertiban mts negeri seperti pemberian reward kepada mereka yang tidak pernah melakukan pelanggaran selama tiga bulan, satu semester sampai satu tahun.
Orangtua siswa perlu diberikan pemhamanan tentang kebijakana mts negeri tentang kedisiplinan agar orang tua merasa dihargai dan dilibatkan sehingga bisa memberikan dukungan terhadap dukungan pelaksanaan ketertiban mts negeri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar